Liputan Media Dua Tokoh Literasi Banyumas Menjadi Pembicara di Perpusnas RI

Dua Tokoh Literasi Banyumas Diundang Jadi Pembicara di Perpusnas Republik Indonesia.

PURWOKERTO- Endah Kurniasih, S. Pd, Kepala SMP Negeri 1 Banyumas dan Indra Defandra, Owner SIP Publishing diundang Perpustakaan Nasional Republik Indonesia di Jakarta (9/3).

Endah Kurniasih di undang sebagai narasumber diskusi pendidikan, pelatihan, pembinaan dan pengembangan karir tenaga kepustakaan dengan tema “Sekolah Literasi”.

Sementara, Indra Defandra diundang sebagai narasumber dalam acara yang sama tetapi dalam sesi yang berbeda dengan tema “Writerpreneur”.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk memperluas wawasan tentang pentingnya literasi dan penggunaan informasi yang tepat dan akurat,” kata Kepala Sekolah SMP N 1 Banyumas, Endah Kurniasih.

Pada kegiatan itu, sebelum acara dimulai kedua figur ini juga disambut oleh Duta Perpusnas RI, Duta Baca Indonesia, dan juga beberapa pegawai dari Perpustakaan Nasional RI.

Mereka diajak untuk meninjau hampir seluruh ruangan yang menjadi koleksi Perpustakaan Nasional dari lantai 1 sampai lantai 24.

Serta diajak untuk melihat langsung koleksi buku yang dimiliki oleh Perpustakaan Nasional dan mendapatkan pengenalan tentang cara mencari dan menggunakan informasi dari berbagai sumber dipandu oleh Duta Perpustakaan.

Endah Kurniasih juga menceritakan, tentang berbagai inovasi yang ada di sekolahnya.

“SMP N 1 Banyumas disebut sebagai Sekolah Literasi. Hal ini dikarenakan ada beberapa kegiatan untuk menunjang literasi misalnya adanya Kader Literasi yang telah meluncurkan lebih dari 100 buku, inovasi di Perpustakaan Widya Pustaka yang unik misalnya Angkringan Literasi, Lorong Literasi, Laundry Literasi, Cengkir Gading,” jelasnya.

Sementara itu, Indra Defandra saat sharing menerangkan, beberapa kegiatan literasi yang dilakukan melalui penerbitannya yaitu SIP Publishing.

“Setiap bulan kita mengadakan beberapa kegiatan pelatihan menulis yang diikuti paling tidak 5000 peserta setiap bulannya,” ungkapnya.

Beberapa narasumber pelatihan yang pernah mengisi pelatihan menulis itu menurutnya, seperti Asma Nadia, Tengsoe Tjahjono, Gol A Gong, Ali Muakhir, Mulasih Tary, Nana Sastrawan, dan penulis nasional lainnya.

“Tujuan dari pelatihan menulis tersebut adalah mengajak para peserta untuk lebih termotivasi untuk membaca, karena sebelum menulis, peserta diajak untuk membaca banyak karya dulu agar tulisannya nanti bisa bagus,” sambungnya.
Dan hingga saat ini SIP Publishing sudah menerbitkan lebih dari 1800 judul buku yang dicetak lebih dari 150.000 eksemplar
“Melalui kegiatan penerbitan, kami juga telah membuka lapangan kerja untum para penulis, editor, illustrator, MC. SIP sendiri sudah mencapai lebih 30 orang karyawan,” pungkas Indra. (win)

Leave a Reply