Tulisan oleh @andin_aya
Menulis selalu menjadi ruang kecil tempat saya berdamai dengan diri sendiri. ✍️
Ketika kata-kata mulai mengalir, seolah beban pikiran ikut larut bersama setiap kalimat.
Menulis bukan sekadar menuangkan perasaan — tapi juga cara memahami hidup, satu paragraf demi satu.
Belakangan, saya mencoba membuka diri untuk berkolaborasi dengan para penulis lain, bahkan penulis ternama. Mengikuti event penulis fiksi mini terbanyak dengan cita-cita menembus rekor MURI.
Kami menulis fiksi mini bersama dan belajar tentang seni menyusun makna dalam kata.
Ternyata, dari proses sederhana itu, saya menemukan bahwa menulis bisa jadi terapi batin sekaligus kontribusi kecil untuk peradaban — karena setiap cerita yang ditulis dengan hati, selalu meninggalkan jejak untuk orang lain.
-allahummabarik..-



