Fungsi Tanda Baca pada Penulisan Karya Sastra Prosa Modern

Fungsi Tanda Baca pada Penulisan Karya Sastra Prosa Modern

Karya sastra prosa modern bersifat fiksi yang sering kita jumpai adalah cerita pendek, cerita bersambung, novela/novelet (lebih panjang dari cerpen, tetapi lebih pendek dari novel), dan juga novel dalam berbagai genre.

Dalam penulisan karya sastra prosa tersebut, penulis tidak boleh lepas tangan dengan kaidah tanda baca. Bersama fungsi spasi dan kapitalisasi, tanda baca menjadi tiga unsur fundamental dalam menulis, yang harus dikuasai oleh penulis mana pun.

Memang, ketika sudah berada di dapur penerbitan, kesalahan fungsi tanda baca pada suatu naskah bisa ditangani oleh editor. Akan tetapi, bila kamu hendak membawa naskahmu ke suatu kompetisi, tentu tampilan naskah yang rapi dengan memfungsikan kaidah tanda baca, akan lebih memikat juri pada pandangan pertama.

Sembilan ulasan mengenai tanda baca berikut ini sering diabaikan oleh penulis. Terkadang, kesalahan peletakan tanda baca mampu menimbulkan sintaksis kalimat menjadi ambigu, dan tidak jarang memunculkan cacat logika.

Sembilan ulasan itu adalah:

  1. Fungsi titik dan koma
  2. Fungsi petik tunggal dan petik ganda
  3. Fungsi tanda hubung
  4. Fungsi tanda pisah
  5. Fungsi titik koma dan titik dua
  6. Fungsi tanda tanya dan tanda seru
  7. Fungsi elipsis
  8. Fungsi apostrof
  9. Fungsi tanda kurung dan garis miring

Karena ulasannya banyak, kita akan membahasnya satu per satu pada setiap postingan yang bisa kamu ikuti secara berkesinambungan. Kelak, kamu juga bisa sekaligus belajar karena di setiap ulasan, kami berikan contoh pemakaian tanda baca.

Jangan lupa ajak teman-teman penulismu agar tidak ketinggalan ilmu fundamental ini, agar ke depannya, naskah kalian lebih mampu memikat juri kompetisi atau selektor naskah di penerbit incaranmu.

Leave a Reply