Dari akun instagram @dimasrahmatnw
Sebuah kehormatan besar dapat menjadi bagian dari sejarah literasi Indonesia.
Sore tadi, di Gedung Pusat Edukasi Antikorupsi (ACLC) KPK RI, saya hadir sebagai satu dari 200 penulis terpilih yang mewakili 1500 penulis lainnya dari seluruh daerah Indonesia.
Bersama SIP Publishing, karya cerpen kami berhasil mencatatkan diri dalam Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) sebagai Penulis Terbanyak Cerpen Anti-Korupsi.
Bagi saya, ini bukan sekadar tentang medali atau piagam, melainkan tentang dedikasi kolektif untuk terus menyuarakan integritas melalui seni kata.
Kemudian terima kasih kepada Trash Ranger Indonesia telah menjadi rumah bagi saya untuk belajar bahwa integritas dimulai dari hal kecil seperti konsistensi menjaga lingkungan serta mengasah kemampuan tulisan saya di isu lingkungan.
Terima kasih juga kepada Kawan GNFI sebagai wadah luar biasa yang mempertemukan saya dengan teman-teman hebat dari berbagai daerah dan menjadi saksi tumbuhnya semangat menulis saya.
Terima kasih untuk almamater tercinta UMJ, yang telah menjadi rumah intelektual dan pengabdian yang panjang serta menanamkan nalar kritis saya kemudian tanggung jawab moral yang diimplementasikan dan melihat bahwa birokrasi yang sehat harus dimulai dari individu yang memiliki integritas tanpa kompromi.
Lalu, terima kasih secara khusus untuk sosok di balik layar yang dukungannya selalu memberikan rasa aman dan menjadi inspirasi dalam setiap jengkal proses kreatif ini.










