Sepenggal Kisah Hidupku

Sepenggal Kisah Hidupku
Ditulis oleh @indradefandra owner SIP Publishing

Berakhirnya tahun 2014 bersamaan juga dengan berakhirnya kontrak kerja saya sebagai fasilitator pemberdayaan masyarakat di salah satu program pemerintah. Sebuah kejutan, karena sebelumnya tidak ada pemberitahuan ataupun tanda-tanda bahwa program tersebut akan selesai.

Kehilangan pekerjaan yang telah menjadi tumpuan hidup selama 6 tahun lebih itu membuat saya benar-benar kaget. Galau. Bingung harus ngapain. Tentunya status sebagai pengangguran pun harus siap saya sandang.

Selain ada kejutan pahit, ternyata juga ada kejutan manis. Calon istri saya yang saya lamar pada bulan Oktober 2014 itu tetap mau menikah dengan saya meskipun saya telah menjadi pengangguran. Dengan tulus dia tetap mau menerima saya dan berkata bahwa rejeki itu bisa dicari. Wah, tanda-tanda istri solehah nih. 😘

Beberapa bulan sebelumnya, tepatnya pada bulan November 2014 saya mendirikan sebuah CV penerbitan. Jujur, saat itu tidak terlalu berharap bahwa CV ini akan menjadi usaha yang bisa menjadi sebuah penghidupan. Tujuan saat itu hanyalah sebagai syarat mengajukan ISBN, karena pengajuan ISBN harus melalui lembaga berbentuk yayasan, CV, atau PT.

Bulan Januari tahun 2015 resmi sudah saya menjadi pengangguran. Enam tahun menjadi pekerja dengan bayaran yang cukup besar kala itu membuat saya terjebak di zona nyaman. Dengan gaji pertama sebesar 6 kali lipat dari UMR Banyumas membuat saya benar-benar terlena. Ada lowongan sebagai pegawai tetap ataupun CPNS pun saya enggan mengikutinya. Harusnya waktu itu saya sadar bahwa yang namanya tenaga kontrak itu suatu saat akan berakhir. Program pemerintah yang sudah berjalan sejak tahun 1998 pun harus berakhir pada tahun 2014.

Petualangan baru dimulai.

Daripada menjadi pengangguran, saya putuskan untuk menjalankan CV SIP Publishing secara serius. Berawal dari modal nekad, dan autodidak saya menjalankan usaha tersebut. Saat itu saya sama sekali belum paham tentang bisnis. Bedanya bisnis dengan dagang pun saya tidak tahu. Apalagi bedanya marketing dan pemasaran. Benar-benar masih awam. Semuanya dikerjakan dengan alakadarnya. Kantor pun tidak ada. Tempat usaha masih di rumah sendiri, di sebuah desa yang jauh dari pusat kota.

Pertengahan tahun 2015 saya mulai memberanikan diri untuk mempekerjakan karyawan, itu pun dengan status freelance. Perlahan-lahan saya mulai bisa memahami bisnis, walaupun masih sering merugi. Tahun 2015 berakhir, usahapun mulai menemukan bentuknya. Di saat yang bersamaan saya mengikuti sebuah seleksi sebagai tenaga ahli pemberdayaan kabupaten. Tidak disangka ternyata saya diterima. Saya sangat senang tentunya, bisa kembali lagi bekerja di dunia yang sudah lama saya geluti.

Awal 2016 saya mulai kembali bekerja sehingga istri saya yang harus menghandle usaha tersebut. Perlahan mulai berkembang. Bahkan bisa menambah karyawan walaupun masih freelance. Pada tahun 2018 usaha kami sempat diliput oleh stasiun TV lokal, setelah sebelumnya pernah diliput di surat kabar.

Alhamdulillah pada tahun 2020 usaha semakin berkembang. Kami bisa mempekerjakan karyawan tetap dan juga bisa menyewa sebuah kantor di pusat kota Purwokerto.

Saat ini pada bulan Agustus 2021 SIP Publishing telah mempekerjakan 9 karyawan tetap dan 15 karyawan freelancer. Kami juga telah memiliki tim event management di 4provinsi (DKI Jakarta, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur). Jumlah buku yang sudah diterbitkan per 2 Agustus 2021 sebanyak 955 judul. Jumlah penulis lebih dari 3.000 orang dan jumlah member lebih dari 300 orang.

Saat ini saya masih bekerja sebagai tenaga ahli pemberdayaan masyarakat di kabupaten Banyumas. Sebenarnya saya pernah melontarkan niat untuk resign dari pekerjaan kepada istri, pengin fokus bikin tulisan dan bikin lagu tetapi hal itu tidak disetujui. Menurut istri saya sebuah usaha tetap harus ada backup dari penghasilan lain yang lebih pasti. Demi keharmonisan rumah tangga, saya pun menyetujui pendapat istri saya tersebut.

No colabs, colaps.
Siapa yang tidak berkolaborasi, akan gagal/bangkrut. Itu kata-kata salah seorang mentor bisnis yang masih saya pegang.

Sekarang jamannya kolaborasi, bukan kompetisi. Berkat kolaborasi, usaha kami semakin berkembang. Jika diberikan kelancaran, tahun depan kami akan memiliki kantor sendiri di pusat kota Purwokerto.

Pencapaian ini tentu saja tak lepas dari doa orang tua, saudara dan sahabat. Juga berkat doa dan kepercayaan dari para penulis yang telah bekerjasama dengan kami. Kami ucapkan terima kasih dan kami doakan selalu agar semuanya mendapatkan kesuksesan.

Salam LiteraSIP

Leave a Reply