SUSURI BUMI TUHAN
Thailand, Laos, Vietnam, China, Eropa Timur
Selain surat Al-Alaq tentang membaca teks dan konteks, surat Al Mulk ayat 15 juga membuat saya terus merawat mimpi keliling dunia:
“Dialah yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nyalah kamu (kembali setelah) dibangkitkan.”
Saya menulis ini selain ingin menyebarkan aura positif di medsos, juga ingin kita saling menyemangati dan mendoakan, bahwa mimpi setiggi mungkin bukan hal yang tidk mungkin.
Saat kecil, saya bermimpi jadi pilot, karena ingin keliling dunia gratis. Tapi kemudian saya harus kehilangan tnagan kiri sebatas sikut (kelas 4 SD, 1974) sehingga gagal. Tapi mimpi keliling dunianya tak pernah padam.
Di sisi lain, saya mencintai dunia literasi. Di sela-sela waktu mengurusi lterasi, mimpi itu saya raeat. Saya bukan anak orng kaya. Saya juga tidakmemiliki passive income. Jika ada uang lebih, pasti saya subsidikan untuk kegiatan literasi.
Lantas dari mana dana untuk keliling dunia? Saya menabung, saya menulis, mengumpulkan dana untuk keliling dunia. Sekarang ada medsos – sudah dimonetisasi. Tinggal berpikir bagaimana membuat content video yang menarik.
Tentu menulis buku. Ada beberapa buku yang akan saya selesaikan dan saya jual secara online untuk dana keliling dunia. Tentu saya tidak boleh egois memikirkan pribadi saja. Ada anak dan istri, ada tanggung jawab saya di Komunitas Literasi Rumah Dunia.
Keinginan keliling dunia sudah saya lakukan bertahap seak 1987. Sekarang sudah 21 negara. Kini keinginan itu muncul di usia yang sudah tidak muda lagi. Desember 2025, saya sebagai Duta Baca Indonesia 2021-2025 selesai. Indra Defandra – EO SIP Publishing, mengajak saya traveling sambil menulis buku ke Bangkok dan Pattaya, Thailand. Ada sekitar 30 peserta yang bergabung.
Saya sudah mendapat restu dari Tias Tatanka. Jadi nanti ketika rombongan SIP Publishing kembali ke Indonesia, saya meneruskan perjalanan ke Laos, Vietnam, dan dari pintu Laok Chai ke China. Terus ke Kazakstan. Gila. Diluar logika.
Gol A Gong
Traveler




