Tulisan Ananda Rahma tentang Kelas Menulis Cilik dimuat Harian Surya

Terima kasih kak @vivi.selviana.18 atas kirimannya, tulisan Ananda Rahma tentang Kelas Menulis Cilik dimuat Harian SURYA Jawa Timur, 14 Juli 2021

Menjadi Penulis Cilik Keren

Mengawali tahun ajaran baru 2021/2022 SIP Publishing menyelenggarakan Kelas Menulis Cilik Angkatan 1. Kegiatan tersebut mengambil tema Menjadi Penulis Cilik Keren, Siapa Takut? Karena ini untuk penulis cilik, jadi pesertanya dari kelas 1-6 SD sederajat.

Kegiatan yang diselenggarakan pada 11/7/2021 mulai pukul 09.30-11.30 via Zoom sangat asyik dan seru. Ada 100 lebih peserta yang ikut dari berbagai provinsi di Indonesia. Kegiatan dibuka oleh Kak Indra dan dimoderatori oleh Kak Tri Astuti Rokhmani, even manajer SIP Publishing.

Sebagai pemateri adalah Mulasih Tary. Kak Tary, panggilan akrabnya, adalah seorang dosen dan penulis buku anak. Kak Tary telah menerbitkan sekitar 100 judul buku. Salah satunya adalah Aku Anak Hebat.

Materi yang disampaikan Kak Tary sangat menarik. Pertama, menangkap ide kreatif. Menurutnya, tips yang paling mudah dan menyenangkan untuk menangkap ide kreatif adalah dengan panca indera. Yaitu, mata (melihat), telinga (mendengar), tangan (memegang), lidah (merasa), dan hidung (mencium).

Kedua, menulis dengan asyik. Nah, ternyata setelah menangkap ide kreatif kita tidak langsung menuliskannya. Tetapi harus mencari informasi tambahan yaitu dengan cara membaca banyak buku referensi. Setelah itu, membuat outline dan mulai menuangkan ide kreatif dan informasi tambahan ke dalam bentuk tulisan. Yang perlu diingat, selama proses menulis harus dinikmati dan dirayakan agar tidak cepat merasa bosan. Agar hasil tulisan lebih menarik maka harus dilakukan editing. Jika perlu, hasil tulisan itu dapat dibacakan di depan orangtua kita agar mendapatkan masukan atau saran.

Ketiga, publikasi ke penerbit. Menurut Kak Tary ada beberapa tips agar tulisan kita dapat diterbitkan. Yaitu, survey ke toko buku, beli buku dari penerbit berbeda, kemudian kirimkan naskah ke penerbit yang dituju.

Selain materi tersebut Kak Tary juga memberikan pesan kepada peserta bahwa jika ingin menjadi penulis cilik, maka harus banyak menulis. Semakin banyak menulis maka akan semakin banyak buku yang diterbitkan. Seorang penulis itu harus terus menulis tidak boleh berhenti. Jika tulisan sudah dikirim ke penerbit, maka kita harus menulis lagi sambil menunggu tulisan itu diterbitkan.

Dengan kegiatan Kelas Munulis Cilik Angkatan 1 para peserta jadi semakin suka menulis. Dengan menulis kisah kita akan abadi. Kita bisa menebar kebaikan untuk banyak orang.

Penulis adalah Rahma Maula Majid (Murid SD Zainuddin, Ngeni, Waru, Sidoarjo)

Leave a Reply